Skip to content

4 Langkah Memulai Hidup Baru

TokoDaring.Com – 4 Langkah Sukses Memulai Hidup Baru. Kita dapat menganggap hidup kita seperti sebuah novel yang terbagi menjadi beberapa bab, penutup dari satu bagian, dan awal dari bagian lainnya. Beberapa perubahan itu ditandai dengan jelas dan formal, seperi lulus sekolah, menikah, memiliki anak pertama, mendapatkan promosi besar, dan pensiun.

Mengapa perlu untuk memulai hidup baru

Artikel Terkait :

Cara Menjaga Emosi Agar Tetap Berfikir Optimal

Perubahan lainnya lebih bersifat pribadi dan personal, seperti memulai hidup mandiri atau mungkin dianggap bencana seperti, di pecat, sakit atau hal lainnya yang mungkin menyakitkan.

4 Langkah untuk memulai hidup baru

Manusia memang tidak mungkin untuk hanya berdiri pasa satu titik. Sebelum pindah ke tahap baru, perhatikan dan hargai seberapa jauh anda telah melangkah. Pembalikan halaman ini bisa menjadi tantangan bagi banyak orang, tidak hanya karena perubahan yang akan datang tetapi juga karena proses perubahan itu sendiri.

Anda mungkin menginginkan masa transisi dari kehidupan lama dan ingin memulai hidup baru. Inilah beberapa cara melakukannya dengan benar.

1. Tutup masa lalu

Untuk berhasil pindah dan memulai hidup baru, anda harus memiliki penutup dari yang lama. Seperti di tulis di atas, kita memiliki tradisi untuk menutup tahap lama itu, misalnya acara kelulusan dan perpisahan, pesta mengkhiri masa lajang, upacara peringatan dan lain-lain.

Kesempatan untuk mengatakan apa yang perlu dikatakan, untuk menghormati apa yang telah terjadi. Beberapa hal lainnya mungkin tidak memiliki cara untuk menutupnya. Tapi sebenarnya anda dapat membuatnya sendiri.

Ada orang yang sengaja membuat acara untuk mengakhiri hubungan mereka. Bukan hanya menghadiri sidang perceraian, tetapi juga dengan upacara yang mengakui waktu dan kenangan bersama sebelumnya.

Atau anda mengundang teman-teman untuk makan malam dan sengaja membuat waktu untuk mengatakan terima kasih atas dukungan mereka selama ini. Hal paling mudah untuk menandai suatu masa untuk berakhir mungkin bisa dilakukan dengan mengirim email atau surat.

Berdiri dalam barisan dan berfoto juga sebenarnya hal sederhana untuk menandai masa lalu tersebut. Terlepas dari siapa dan bagaimana, luangkan waktu untuk merenungkan, memperbaiki, dan menghargai apa yang sekarang berakhir.

Menutup masa lalu itu sebenarnya memiliki makna bahwa anda akan memulai hidup baru yang lebih cerah. Anda tidak ingin penyesalan yang berkepanjangan dan urusan emosional yang belum selesai mencemari awal baru anda nantinya.

2. Jalani masa transisi

Mendapatkan prestasi cemerlang saat lulus sekolah atau mendapatkan promosi atau mungkin menjalani masa-masa awal pekerjaan yang baru di dapatkan. Selama beberapa bulan menjadi orang tua baru tentu, ada rutinitas dan tuntutan baru yang harus anda lalui.

Menikah, bercerai, atau pensiunan membawa hilangnya satu identitas dan ciptaan rapuh yang lain. Anda mungkin saja akan merasa sedikit bingung dan tidak biasa. Mengalami gangguan emosional setelah peristiwa lama tersebut, seharusnya di sadari sebagai masa transisi yang akan berakhir.

Masa transisi tentu akan menjadi masa yang paling sulit ketika anda menuju dan memulai hidup baru. Kebanyakan orang terjebak pada masa ini, merasa bahwa masa transisi yang sulit adalah masa kejatuhan mereka dan sulit untuk berdiri kembali.

Menjalani hari-hari buruk, anda mungkin merindukan apa yang pernah anda miliki sebelumnya. Inilah masa transisi sebelum memulai hidup baru, zona abu-abu sebelum realitas baru menjadi fokus. Coba untuk bersikap baik kepada diri sendiri dan anda harus terus melangkah. Sekali melewati masa transisi ini, kehidupan baru akan menjadi lebih nyaman.

3. Teruskan apa yang sudah anda pelajari

Hidup terus membimbing kita menuju apa yang perlu kita pelajari. Ingat bahwa kesalahan adalah pelajaran untuk diteruskan jika kita yakin itu benar. Berhenti dan catat semua yang telah anda pelajari sejauh ini untuk memfasilitasi penutupan dan memperlancar proses transisi hidup anda.

Ada pelajaran penting tentang hubungan, kekuatan, kelemahan, dan hasrat yang tertanam dalam proses transisi itu, entah itu perceraian, tahun-tahun kuliah atau pekerjaan yang lama. Pelajaran dari masa lalu adalah landasan baru untuk bab berikutnya. Pengalaman pribadi yang kuat yang anda dapatkan sebelumnya bisa menjadi sumber kekuatan anda untuk proses selanjutnya.

4. Cari dukungan dan panutan

Untuk memulai hidup baru anda mungkin memerlukan pencerahan. Dan biasanya itu bisa didaptkan dari kelompok pendukung yang seirama dengan anda. Cari panutan atau mungkin seorang mentor dalam hidup baru anda. Tetap jaga hubungan dengan teman-teman lama dari pekerjaan sebelumnya.

Jika diperlukan anda mungkin ingin pindah ke suatu tempat untuk membantu anda memasuki babak hidup baru ini. Ke mana pun anda pergi, coba untuk berdiri dan mengatur langkah sebelum melompat.

Yang terpenting, luangkan waktu untuk menghargai seberapa jauh anda telah melangkah. Anda mungkin akan dapat memulai hidup baru yang sukses.

Artikel terkait :