Optimasi WordPress Yang Bisa Anda Lakukan Sebagai Pemilik Bisnis Toko Online

optimasi wordpress

TokoDaring.Com – Optimasi WordPress Yang Bisa Anda Lakukan Sebagai Pemilik Bisnis Toko Online Sebagai seorang yang memiliki bisnis toko daring (eCommerce), anda mungkin berlatar belakang di bidang ekonomi dan keuangan dan lebih jago dalam hal urusan ‘jualan’ ketimbang urusan pemrograman.

Artikel Lainnya:

Pengaruh GDPR Terhadap SEO WordPress

Tapi masalahnya bisnis eCommerce tidak bisa lepas dari platform yang anda gunakan. Baik toko online dengan basis website (web based) maupun aplikasi (android, ios), dan itu berkaitan dengan dunia programming.

Dan anda sadar betul bahwa salah satu cara untuk menang persaingan dalam bisnis yang kompetitif ini adalah kecepatan platform anda. Artikel sebelumnya kami paparkan beberapa cara teoritis optimasi website eCommerce secara umum. Mulai dari pemilihan hosting, menggunakan CDN hingga memanage plugin yang anda pasang.

Tapi cara-cara yang kami paparkan itu mungkin belum cukup, terutama karena anda menggunakan WordPress dan WooCommerce sebagai platform website toko online anda. Memaksimalkan performa website eCommerce WordPress berarti anda harus memaksimalkan WordPress itu sendiri.

Untuk benar-benar mengoptimalkan website toko online, anda masih perlu melakukan optimasi WooCommerce yang juga kami sertakan di akhir artikel ini.

Baiklah, kami tidak ingin ini menjadi artikel yang banyak basa-basi. Tapi kami ingin menjawab pertanyaan yang selalu muncul. Dengan menjawab pertanyaan itu, maka anda mungkin akan dapat menemukan kenapa logika dari cara-cara optimasi WordPress yang akan kami paparkan.

Kenapa website WordPress cenderung lambat?

Kenapa web WordPress lambat? Atau kenapa website eCommerce dengan basis WordPress di nilai lambat ?

Maka, jawabannya adalah karena WordPress merupakan sebuah CMS (Content Management System).

Di awal-awal kemunculannya, WordPress lebih pas di gunakan sebagai media publikasi seperti blogging atau majalah online. Tapi keadaan tersebut berubah ketika WordPress via automattic.inc mengakuisisi WooCommerce.

Singkatnya orang bisa menggunakan WordPress untuk berjualan online dengan menginstall plugin WooCommerce ke dalam WordPress.

Jika kami umpamakan, website eCommerce WordPress anda seperti truk yang membawa dua bak yang di gandeng. Satu bak untuk mengangkut barang-barang untuk mendukung aspek-aspek penerbitan. Dan satu lagi adalah barang-barang untuk mendukung proses jualan anda.

Maka fokus pada paparan artikel optimasi WordPress ini adalah dengan melepas satu bak truk anda dan membuang hal-hal yang tidak terkait dengan bisnis ‘jualan’ anda. Tapi tanpa harus merusak struktur atau mempengaruhi aspek penerbitannya. Karena tentunya, anda masih memerlukan section blog sebagai alat promosi digital anda.

Dengan demikian, truk ? anda akan dapat berlari lebih kencang.

Optimasi WordPress

Beberapa langkah optimasi WordPress ini menyentuh hal-hal yang teknis dan mengharuskan anda menuliskan beberapa script ke dalam file PHP. Tapi sebagai pemilik bisnis eCommerce, ini bisa anda lakukan sendiri meskipun anda bukan dari kalangan developer atau IT.

Sebelumnya beberapa hal berikut harus anda mengerti dan dapat anda akses, yaitu :

  • File function.php.
  • File .htaccess.
  • File wp-config.php.

Karena beberapa langkah optimasi WordPress pada artikel ini semuanya hampir menggunakan file tersebut. Penjelasan tentang file-file tersebut, lihat pada setiap tautan yang kami sematkan. Selain itu harap lakukan backup terlebih dahulu.

Kami telah mengurutkannya dan anda perlu untuk mengikutinya satu persatu. Setiap satu langkah optimasi WordPress yang anda lakukan, anda perlu mengecek halaman website anda untuk memeriksa apakah langkah tersebut justru merusak website anda.

Dan setelah anda menuntaskan setiap point di artikel ini, kami sarankan untuk lanjut pada tips kami mengoptimasi WooCommerce. Lets Get Started…. Mari kita mulai langkah demi langkah yang bisa anda lakukan untuk mengoptimasi WordPress.

Batasi revisi post artikel

Membatasi jumlah revisi post adalah cara kami yang pertama untuk mengoptimasi WordPress. WordPress menyimpan setiap revisi postingan artikel.

Tim konten anda mungkin menulis konten dalam waktu beberapa jam dan melakukan beberapa kali Save draft sebelum itu diterbitkan. Atau anda melakukan edit pada produk-produk karena perubahan harga dan lainnya.

Pada post yang sering diedit atau diperbarui, ini dapat menyebabkan puluhan data backup yang tidak perlu, lalu tersimpan dan memenuhi database. Dan itu jelas akan mengganggu server dan memperlambatnya.

Maka batasi saja jumlah revisi postingan. Jumlah yang ingin anda pertahankan, itu terserab dan tergantung pada keinginan. Jika misalnya 3, maka tambahkan script berikut ke dalam file wp-config.php.

define( 'WP_POST_REVISIONS', 3 );

Oh my….. Kami melakukannya lebih ekstrim, ini yang ada pada file konfigurasi kami. define( 'WP_POST_REVISIONS', false );, itu benar-benar menonaktifkan proses menyimpan revisi post.

define( 'WP_POST_REVISIONS', false );
define( 'AUTOSAVE_INTERVAL', 1800 );
define( 'EMPTY_TRASH_DAYS', 2 );

Untuk membersihkan revisi post yang sudah tersimpan di dalam database, hapus menggunakan query sql sebagai berikut :

DELETE FROM wp_postmeta WHERE meta_key = "_edit_lock";
DELETE FROM wp_postmeta WHERE meta_key = "_edit_last";
DELETE a,b,c
 FROM wp_posts a
 LEFT JOIN wp_term_relationships b ON ( a.ID = b.object_id)
 LEFT JOIN wp_postmeta c ON ( a.ID = c.post_id )
 LEFT JOIN wp_term_taxonomy d ON ( b.term_taxonomy_id = d.term_taxonomy_id)
 WHERE a.post_type = 'revision'
 AND d.taxonomy != 'link_category';

Disable Emoji

Emoji memang menyenangkan untuk dipasang di setiap postingan website eCommerce anda. Tetapi jika itu menguras waktu loading website, maka lebih baik dinonaktifkan saja penggunaan emoji tersebut.

Akses file function.php dan tambahkan script berikut ke dalamnya. Kami sarankan anda untuk memiliki dan mengedit file function.php child theme atau gunakan plugin editor.

/* 
 * Optimasi WordPress
 * Disable Emoji
 */

function tokodaring_disable_emoji() {
    remove_action('wp_head', 'print_emoji_detection_script', 7);
	remove_action('admin_print_scripts', 'print_emoji_detection_script');
	remove_action('wp_print_styles', 'print_emoji_styles');
	remove_action('admin_print_styles', 'print_emoji_styles');
	remove_filter('the_content_feed', 'wp_staticize_emoji');
	remove_filter('comment_text_rss', 'wp_staticize_emoji');
	remove_filter('wp_mail', 'wp_staticize_emoji_for_email');
	add_filter('tiny_mce_plugins', 'disable_emojis_tinymce');
}
add_action( 'init', 'tokodaring_disable_emoji' );
function disable_emojis_tinymce($plugins) {
    if(is_array($plugins)) {
        return array_diff($plugins, array('wpemoji'));
    } else {
        return array();
    }
}

Disable embed

Fungsi embed pada WordPress adalah ketika postingan anda diembed atau disematkan di situs website lain. Sepertinya embed seperti ini tidak pernah anda gunakan.

Jika memang anda benar-benar tidak menggunakannya, maka buang saja karena tidak ada gunanya. Ini hanya menambah beban server jika anda.

Untuk menonaktfikannya, tambahkan kode berikut ke dalam file function.php.

/* 
 * Optimasi WordPress
 * disable_embed
 */

function disable_embed() {
    remove_action('rest_api_init', 'wp_oembed_register_route');
    add_filter('embed_oembed_discover', '__return_false');
    remove_filter('oembed_dataparse', 'wp_filter_oembed_result', 10);
    remove_action('wp_head', 'wp_oembed_add_discovery_links');
    remove_action('wp_head', 'wp_oembed_add_host_js');
    add_filter('tiny_mce_plugins', 'disable_embeds_tiny_mce_plugin');
    add_filter('rewrite_rules_array', 'disable_embeds_rewrites');
    remove_filter('pre_oembed_result', 'wp_filter_pre_oembed_result', 10);
}
add_action('init', 'disable_embed', 9999);
function disable_embeds_tiny_mce_plugin($plugins) {
    return array_diff( $plugins, array('wpembed'));
}
function disable_embeds_rewrites ($rules) {
    foreach($rules as $rule => $rewrite) {
        if(false !== strpos($rewrite, 'embed=true')) {
            unset($rules[$rule]);
        }
    }
    return $rules;
}
function dequeue_embed_scripts() {
    wp_dequeue_script('wp-embed');
}
add_action('wp_footer', 'dequeue_embed_scripts');

Remove Query Strings

Apa itu Query Strings ? Ini contohnya : Di setiap file CSS atau Javascript sering terlihat seperti ini scripts.js?ver=3.0.1. “?ver=3.0.1” inilah yang disebut query strings. Itu mengindikasikan versi dari file tersebut.

Yang jadi masalah adalah query string tersebut menghalangi plugin caching menyimpannya di dalam server. Artinya bahwa jika terjadi permintaan, file-file dengan query string harus didownload berulang-ulang.

Ini dapat menghabiskan bandwidth dan sumber daya yang seharusnya bisa di hemat. Proses perulangan tersebut juga meningkatkan waktu loading. Menonaktifkan query string akan memungkinkan file tersebut disimpan dan tidak perlu ada request yang berulang.

Untuk menonaktfikannya, tambahkan kode berikut ke dalam file function.php.

/* 
 * Optimasi WordPress
 * remove_query_strings
 */

function tkdr_remove_versi_script($src) {
  $parts = explode('?', $src);
  return $parts[0];
}
add_filter('script_loader_src', 'tkdr_remove_versi_script', 15, 1);
add_filter('style_loader_src', 'tkdr_remove_versi_script', 15, 1);

Disable XML-RPC

XML-RPC adalah protokol yang digunakan sebagai standar komunikasi antara berbagai aplikasi. Pada website WordPress XML-RPC digunakan jika anda menggunakan aplikasi WordPress, klien WordPress, atau aplikasi lainnya yang terhubung ke website WordPress anda.

Untuk menonaktfikannya protokol XML-RPC service ini, tambahkan kode berikut ke dalam file function.php.

add_filter('xmlrpc_enabled', '__return_false');

Metode di atas memang sudah menonaktifkan XML-RPC. Tetapi file xmlrpc.php tetap ada pada file folder root dan tentu masih dapat diakses. Nonaktifkan akses ke file tersebut untuk mencegah skenario peretasan website anda.

Caranya tambahkan kode berikut ke dalam file .htacces.

<Files xmlrpc.php>
  <IfModule mod_authz_core.c>
    Require all denied
  </IfModule>
  <IfModule !mod_authz_core.c>
    Order allow,deny
    Deny from all
  </IfModule>
</Files>

Disable Pingbacks

Jika anda ingat ping antar sesama ponsel blackberry ? Seperti itu kira-kira service pingbacks di website WordPress.

Ketika ada blog lain yang manautkan atau memberikan link ke salah satu halaman anda, maka anda akan mendapatkan pemberitahuan.

Dalam hal blogging dan pingback sepertinya bagus digunakan sebagai sebuah jalur komunikasi antar blogger. Tapi untuk website WordPress yang anda jadikan sebagai platform bisnis atau eCommerce sepertinya ini tidak diperlukan.

Menonaktifkan service pingback di WordPress akan mengurangi beban loading website anda. Itu bisa di lakukan dengan melakukan setting di dasboard atau Pengaturan Diskusi.

Seperti pada gambar berikut, hilangkan centang pada :

  • Kirim notifikasi ke setiap blog yang terhubung dari artikel.
  • Izinkan notifikasi tautan dari blog lain (pingbalik dan lacalbalik) pada artikel-artikel baru.
optimasi wordpress
Optimasi WordPress / Disable pingback

Langkah di atas akan mencegah pingback yang datang pada artikel baru yang akan anda terbitkan. Tapi tidak untuk artikel lama yang sudah terbit. Untuk mencegah pingback pada artikel lama, lakukan ‘jangan izinkan pingback’ secara bulk pada semua post.

Dari dashboard admin, caranya sebagai berikut :

  • Buka halaman semua posting.
  • Centang pada kotak judul untuk mencentang semua postingan.
  • Pilih ‘bulk’ atau tindakan massal.
  • Pilih Edit lalu klik Terapkan.
  • Pada bagian Ping, pilih dropdown ‘Jangan izinkan’.
  • Klik Perbarui.

Disable self pingbacks

Self pingbacks ? Ini sama seperti pingbacks. Jika pingbacks adalah notifikasi jika terdapat tautan dari website lain ke website anda. Self pingbacks adalah notifikasi tautan dari website anda sendiri (internal link).

Saya yakin anda benar-benar tidak memerlukan service ini, maka non-aktfikan saja via file function.php dengan menambahkan kode berikut.

/* 
 * Optimasi WordPress
 * disable self pingbacks
 */

function no_self_ping( &$links ) {
    $home = get_option( 'home' );
    foreach ( $links as $l => $link )
    if ( 0 === strpos( $link, $home ) )
    unset($links[$l]);
}
add_action( 'pre_ping', 'no_self_ping' );

RSD atau Really Simple Discovery adalah layanan dalam format XML untuk membuat layanan yang diekspos oleh blog atau software lainnya dapat ditemukan oleh software klien.

XML-RPC, pingback dan RSD, murni sebagai software pendukung aktifitas blogging. Dan jika XML-RPC dan Pingback sudah di non-aktifkan, maka RSD ini juga bisa di non-aktifkan dengan aman.

Untuk menonaktfikannya, tambahkan kode berikut ke dalam file function.php.

remove_action( 'wp_head', 'rsd_link' );

Menyembunyikan versi WordPress

Program manapun pasti memiliki versi pada setiap release atau patchnya. Dan WordPress secara default menyertakan meta tag di setiap halaman website yang menunjukkan versi WordPress.

Menghapus meta tag tersebut mungkin tidak membuat loading menjadi lebih cepat secara signifikan. Menyembunyikan versi WordPress lebih berfungsi pada masalah keamanan. Jika ‘mereka’ mengetahui versi WordPress anda mungkin mereka juga akan mencari tau lubang yang belum di tambal pada versi itu.

Ini benar-benar akan menjadi angin segar bagi peretas mengidentifikasi situs website anda, terlebih ini adalah situs website eCommerce.

/* 
 * Optimasi WordPress
 * remove_versions
 */

function remove_wp_version($src) {
    if (strpos($src, 'ver=')) {
        $src = remove_query_arg('ver', $src);
    }
    return $src;
}
add_filter('style_loader_src', 'remove_wp_version', 9999);
add_filter('script_loader_src', 'remove_wp_version', 9999);

Windows Live Writer adalah aplikasi dari microsoft. Open Live Writer seperti aplikasi MS Word untuk blog atau website.

Singkatnya anda dapat menulis, menambahkan foto atau video, lalu menerbitkannya ke situs website anda. Open Live Writer bekerja bukan hanya dapat berfungsi untuk WordPress, tapi juga bisa di gunakan untuk Blogger, TypePad, Moveable Type, DasBlog dan banyak lagi.

Semenjak kami menekuni dunia penerbitan dan WordPress, kami tidak pernah menggunakan aplikasi ini. Jika anda juga tidak menggunakannya, maka itu bisa di buang dengan cara menambahkan script berikut via file function.php.

remove_action('wp_head', 'wlwmanifest_link');

Tag shortlink adalah versi pendek dan URL website anda, Misalnya shortlink dari halaman homepage ini adalah https://tokodaring.com/?=2.

Ini jelas tidak di perlukan dan bisa di buang dengan cara menambahkan script berikut via file function.php.

/* 
 * Optimasi WordPress
 * remove_shortlink
 */

add_filter('after_setup_theme', 'remove_redundant_shortlink');
function remove_redundant_shortlink() {
    remove_action('wp_head', 'wp_shortlink_wp_head', 10);
    remove_action( 'template_redirect', 'wp_shortlink_header', 11);
}

Disable RSS Feeds

RSS feed adalah pengumpan agar konten yang ada di website anda bisa di tampilkan di website aggregator. Entah ada atau tidak yang mengkonsumsi konten kami, kami mendisable sepenuhnya feed di website ini.

Feed biasanya bisa di akses lewat alamat url sebagai berikut : https://tokodaring.com/feed/. Jika anda juga tidak membutuhkan feed, maka anda bisa menghentikan produksinya via script berikut untuk di tambahkan ke dalam file function.php.

/* 
 * Optimasi WordPress
 * disable_feeds
 */

function tokodaring_disable_feed() {
    wp_die( __( 'Maaf, kami tidak ada feed! di website kami!' ) );
}
add_action('do_feed', 'tokodaring_disable_feed', 1);
add_action('do_feed_rdf', 'tokodaring_disable_feed', 1);
add_action('do_feed_rss', 'tokodaring_disable_feed', 1);
add_action('do_feed_rss2', 'tokodaring_disable_feed', 1);
add_action('do_feed_atom', 'tokodaring_disable_feed', 1);
add_action('do_feed_rss2_comments', 'tokodaring_disable_feed', 1);
add_action('do_feed_atom_comments', 'tokodaring_disable_feed', 1);

Di header website WordPress anda, juga terdapat link fungsi RSS. Jika anda menonaktifkan RSS feed, fungsi ini juga sebaiknya di nonaktifkan. Tambahkan lagi kode berikut.

remove_action( 'wp_head', 'feed_links_extra', 3 );
remove_action( 'wp_head', 'feed_links', 2 );

WordPress REST link API memungkinkan WordPress dapat berkomunikasi dengan aplikasi lain. Juga memungkinkan developer untuk membuat solusi-solusi terkait dengan WordPress.

Namun, situs website anda fokus untuk jualan dan berbisnis, kami pikir anda tidak menggunakan fitur ini, dan dapat dinonaktifkan dengan cara menambahkan script ini ke dalam file function.php.

/* 
 * Optimasi WordPress
 * disable link REST API
 */

add_action('after_setup_theme', function(){
    remove_action( 'wp_head', 'rest_output_link_wp_head', 10 );
});

Disable dashicons

Mayoritas tema WordPress saat ini dibundle dengan icon font. Lbarary yang paling sering di gunakan adalah Dashicons icon library.

Dashicons.min.css adalah file stylesheet dengan ukuran sekitar 30kb untuk ikon-ikon tersebut. Jika pengunjung website anda begitu masif, coba kalikan, dan itulah sebanyak bandwidth dan beban server yang dikonsumsi oleh file dashicons.min.css ini.

Untuk menghapusnya tambahkan script berikut ke dalam file function.php.

/* 
 * Optimasi WordPress
 * remove_dashicons
 */

function tkdr_dequeue_dashicon() {
    if (current_user_can( 'update_core' )) {
        return;
    }
    wp_deregister_style('dashicons');
}
add_action( 'wp_enqueue_scripts', 'tkdr_dequeue_dashicon' );

Warning : Jika tema website yang anda gunakan menggunakan icon library ini di frontend, tampilan dan layout situs website anda mungkin akan rusak. Kode di atas membuat Dashicon tidak dinonaktifkan untuk administrator website via if (current_user_can( 'update_core' )) {.

Disable google maps API

Banyak tema dan plugin WordPress yang menggabungkan Google Maps API di dalamnya. Google Maps API yang dimuat secara asynchronous sangat mempengaruhi kinerja dan loading website anda.

Kode berikut dapat menghentikan panggilan API tersebut ke website anda.

/* 
 * Optimasi WordPress
 * disable_google_maps_api
 */

function disable_maps_api($load_google_map_api) {

  $load_google_map_api = false;

  return $load_google_map_api;

}

$plugins = get_option('active_plugins');
$required_plugin = 'auto-location-pro/auto-location.php';

if ( in_array( $required_plugin , $plugins ) ) {
  add_filter('avf_load_google_map_api', 'disable_maps_api', 10, 1);
}

Disable heartbeat

WordPress juga memiliki detak jantung yang disebut Heartbeat API. Heartbeat API digunakan untuk membuat koneksi dan mempertahankannya antara browser dan server.

Heartbeat API ini sangat berguna jika anda memiliki lebih dari dua orang tim penulis. Ini bisa mengunci postingan yang di edit oleh penulis yang lain.

Jika anda menonaktifkannya mungkin anda dapat mengalami masalah. Untuk menyiasati masalah atau error tersebut, lihat artikel kami berikut, membatasi WordPress heartbeat dengan plugin caching litespeed.

Dalam hal performance website anda, heartbeat melakukan panggilan AJAX (ajax call) setiap 15 detik ke server. Ini lumayan mengonsumsi penggunaan sumber daya CPU hosting anda. Jika anda ingin menonaktifkan heartbeat API ini, ikuti langkah berikut ini.

/* 
 * Optimasi WordPress
 * stop_heartbeat
 */

add_action( 'init', 'stop_heartbeat', 1 );

function stop_heartbeat() {
  wp_deregister_script('heartbeat');

}

Disable style dan script plugin contact form 7

Ini jika anda menggunakan plugin contact form 7 yang terkenal itu. Lihat disini tentang apa itu plugin contact form 7. Jika anda tidak menggunakan plugin ini, tentu langkah ini tidak perlu di lakukan.

CF7 tergolong plugin yang ringan, tapi masalahnya file js dan css plugin tersebut dipanggil di setiap halaman yang di kunjungi pengunjung website anda. Padahal form yang anda gunakan mungkin hanya pada halaman contact us atau di halaman homepage.

Untuk mencegah file-file tersebut dimuat pada setiap loading halaman, gunakan kode ini, dan tambahkan ke dalam file function.php.

add_filter( 'wpcf7_load_js', '__return_false' );
add_filter( 'wpcf7_load_css', '__return_false' );

Optimasi WooCommerce

Kira-kira itu beberapa langkah optimasi WordPress, dan kami yakin cara-cara yang kami paparkan di atas akan memberikan kemajuan yang signifikan pada loading website eCommerce anda.

Berikutnya adalah langkah optimasi WooCommerce, tapi kami menerbitkannya pada artikel terpisah.

TokoDaring
TokoDaring

Dari menggoreng tempe hingga menulis script php. Jika tidak sedang cooking dia sedang coding. Thank you for your time!

      TokoDaring.Com
      Logo
      Compare items
      • Total (0)
      Compare
      0
      Shopping cart