in

Plugin WordPress (eCommerce Plugin)

TokoDaring.Com – Plugin WordPress (eCommerce Plugin). Ketika memutuskan untuk membuat website eCommerce menggunakan WordPress. Itu berarti anda akan memerlukan plugin. Menggunakan plugin juga masih menjadi perdebatan, terutama dalam hal performance kecepatan website.

Plugin WordPress

Plugin memang masih sering menjadi ‘kambing hitam’ lambatnya sebuah performa website eCommerce WordPress. Namun tanpa plugin, website Toko Daring anda mungkin akan sangat terbatas baik kemampuan dan fiturnya.

Jika anda baru mengenal WordPress dan memutuskan untuk membuat website eCommerce menggunakan WordPress, anda mungkin bertanya-tanya apa itu plugin WordPress ?

Pertanyaan lainnya adalah, benarkah plugin mempengaruhi kecepatan website ? Lalu bagaimana ‘praktik terbaik’ memilih dan menggunakan plugin ?

Itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang cukup umum untuk ditanyakan. Karena plugin merupakan komponen vital yang melengkapi website eCommerce WordPress.

Apa itu plugin

Apa itu plugin WordPress ? Plugin adalah pada dasarnya sebuah software yang berisi script dan kode yang di pasangkan ke situs website eCommerce WordPress.

Plugin WordPress dapat menambahkan, baik fungsionalitas baru ataupun memperluas fungsionalitas yang sudah ada di situs website WordPress Anda.

WordPress telah menjadi ekosistem yang besar, dan kabar baiknya ini memungkinkan para developer (pengembang software) untuk membuat plugin.

Lalu orang dapat menggunakannya di situs websitenya, baik yang gratis ataupun berbayar, atau plugin versi gratis sebagai bagian dari plugin berbayar.

Dunia teknologi yang tak terbatas, juga memungkinkan sebuah plugin dapat melakukan segalanya. Mulai dari perubahan kecil hingga perubahan besar pada situs website eCommerce anda.

Tergantung kategori dan tujuannya, plugin dapat memaksimalkan fungsi website itu sendiri. Misalnya, situs website personal atau biasa di sebut blog, dapat di ubah dan di kembangkan menjadi toko online, situs media sosial, atau website forum dan komunitas.

Plugin dapat membuat website menjadi lebih interaktif dan berkomunikasi dengan website lain. Ketika anda memiliki produk yang di jual di website toko online anda sendiri.

Lalu anda ingin produk itu secara otomatis juga dapat di jual di situs marketplace dan media sosial. Itu bisa di lakukan secara otomatis berkat kerja sebuah plugin.

Beberapa plugin WordPress juga dapat ‘meningkatkan kinerja’, yaitu membantu peringkat website bisnis atau usaha kecil untuk tampil lebih baik di mesin pencarian dan berkompetisi dengan yang besar.

Plugin WordPress

Sesaat setelah melakukan instalasi WordPress, anda mungkin di hadapkan pada beberapa plugin yang ingin di ‘pasang’.

Lihat di halaman repository plugin WordPress untuk menemukan plugin yang sesuai dengan tujuan dari website anda. Semua plugin dari halaman tersebut dapat anda download dan di instal secara gratis.

Plugin-plugin tersebut mungkin saja plugin versi gratis dari plugin berbayar. Maksudnya, ketika anda menggunakan plugin versi gratis dan anda akan menemui fitur-fitur yang terbatas.

Dan untuk membuka kuncinya (unlock) anda harus melakukan upgrade di mana biasanya ada tarif atau harga yang perlu di bayar. Namun tentu saja, kemampuan plugin tersebut akan lebih mumpuni.

Cara kerja plugin wordpress

Bagaimana cara kerja plugin WordPress ? Jika misalnya anda ingin merubah website biasa menjadi sebuah website toko online. Maka coba cari dan instal plugin WooCommerce.

Sesaat plugin WooCommerce sukses di instal, lalu akan ada setting yang mesti anda konfigurasi sebelum anda memiliki sebuah toko online yang lengkap. Tentang artikel tentang apa itu plugin WooCommerce.

Lalu coba kunjungi folder hosting anda dan anda akan menemukan folder WooCommerce di halaman directory folder plugin.

Ada segudang file-file yang berisi script fungsi dan kode php, css, js atau template. File-file itulah yang membuat halaman produk, halaman pembayaran atau ‘komponen’ lainnya yang di perlukan bagi anda untuk menjalankan website toko online.

eCommerce plugin (plugin toko online)

eCommerce plugin yang bisa di gunakan untuk membuat toko online WordPress sebenarnya bukan WooCommerce saja.

Ada plugin lain selain WooCommerce yang bisa di gunakan untuk membantu anda menjual produk secara online, berikut di antaranya :

Dokan, WC Vendor atau WCFM adalah beberapa plugin eCommerce yang juga punya kemampuan untuk menerima penjual dari luar (marketplace).

Sementara plugin Easy Digital Download memungkinkan anda untuk menjual produk digital yang memiliki hak cipta.

Bahkan jika bisnis anda menjual produk-produk Print On Demand, hal itu juga di mungkinkan dengan cara memadukan WooCommerce dengan plugin atau ekstensi yang mendukung fitur tersebut.

Bagaimana cara memasang plugin

Secara garis besar, Hanya ada satu cara untuk memasang atau menginstal plugin WordPress di website toko daring anda. Yakni, dari halaman dashboard admin.

Namun anda akan memiliki sumber plugin yang berbeda.

  • Yang pertama, sumber plugin berasal dari halaman plugin WordPress.Org.
    • Caranya, dari dashboard admin, pilih tambah baru (add new).
    • Ketikan kata kunci atau nama plugin yang ingin anda pasang.
    • Anda akan melihat box plugin dan klik ‘instal’, lalu aktivasi.
  • Yang kedua, anda mengambil file plugin dari lokal komputer anda.
    • Masih dari dashboard admin, pilih tambah baru (add new).
    • Dari bagian atas, klik ‘upload plugin’.
    • Cari file plugin dari folder komputer yang anda miliki, lalu klik instal sekarang. Biasanya file plugin WordPress berekstensi .ZIP.

Masalah-masalah terkait plugin

Tidak bisa di pungkiri bahwa plugin juga sering menyebabkan masalah. Yang paling umum adalah konflik antar plugin (plugin conflict).

Maka kami menyarankan untuk hanya menggunakan satu plugin saja untuk satu tujuan anda. Misalnya, anda mungkin sudah menggunakan plugin caching, dan anda juga menginstal plugin lain yang memiliki fungsi atau fitur yang sama.

Contohnya, plugin caching litespeed yang umum di gunakan oleh website dengan server litespeed memiliki banyak fitur seperti minify script (html, css), atau fitur untuk melazy load gambar.

Maka anda tidak perlu lagi menggunakan plugin optimasi dengan fitur yang sama tersebut. Error lainnya dari yang di sebabkan oleh plugin adalah :

  • Menyebabkan tampilan website anda rusak.
  • Membuka celah keamanan (security flaw).
  • Membuat loading menjadi lambat. Atau
  • Mendegradasi skor performa website, dan lain-lain.

Apakah plugin memperlambat loading website anda

Apakah plugin dapat memperlambat loading website anda ? Memperlambat disini harus di lihat dalam konteks yang normal.

Ketika anda memasang sebuah plugin, maka akan ada tambahan puluhan, bahkan ratusan file yang berisi hingga ribuan baris kode.

Maka dalam proses yang normal akan ada tambahan bagi WordPress untuk ‘membaca’ semua kode tersebut agar fiturnya bisa di jalankan dan tampilkan kepada user.

Maka tambahan beberapa milidetik akan menjadi hal yang wajar jika di bandingkan dengan website yang lebih sedikit memiliki plugin.

Tapi anda tidak perlu khawatir, karena biasanya plugin caching seharusnya bisa mengeliminasi masalah tersebut.

Tools atau alat ukur performa website (misalnya pagespeed insight) memiliki batas wajar hingga berapa detik waktu loading sebuah website.

Jika waktu loading website anda melebihi batas toleransi waktu tersebut dan itu di sebabkan oleh salah satu plugin yang di pasang, maka anda harus cepat mencari tau dan memperbaiki masalahnya.

Praktik terbaik menggunakan plugin

Beberapa list berikut adalah yang perlu anda pertimbangkan dan lakukan. Agar plugin yang di gunakan memberikan dampak positif yang optimal bagi situs website eCommerce anda.

  • Tentukan arah (niche) website eCommerce anda, maka anda akan mengetahui fitur apa yang ingin anda tampilkan dan membantu anda untuk mencari plugin yang sesuai.
  • Buat daftar plugin yang ingin anda pasang.
  • Anda akan memiliki pilihan banyak plugin untuk satu fitur website anda, maka pilihlah beberapa hal berikut.
    • Pilih dan gunakan plugin dari pengembang yang memiliki reputasi yang baik.
    • Pastikan bahwa anda tidak menggunakan ‘abandoned plugin’.
    • Gunakan plugin editor dan buat sendiri fungsi php di website anda.
  • Ternyata beberapa hal bisa di lakukan dengan cara anda sendiri daripada memasang plugin.
  • Sesuaikan jumlah plugin dengan spesifikasi hosting.
  • Tetap jaga plugin anda update dan kompatibel dengan versi WordPress.
  • Dengarkan berita-berita tentang keamanan siber, salah satu plugin yang anda pasang mungkin sedang mengalami celah dan ancaman keamanan.

Written by TokoDaring

TokoDaring.Com - 'Majalah' online (online publishing),  sumber dan referensi teknis untuk membangun dan memaksimalkan performa bisnis toko online. Optimizing your store!

cara menambahkan css di wordpress

Cara Menambahkan Kode CSS Di Website eCommerce WordPress

artikel bulan desember 2021

[Round-Up] Artikel Bulan Desember 2021