Apa Itu Header Bidding

TokoDaring.Com – Apa Itu Header Bidding. Header bidding sebagai teknik periklanan terprogram (programatic) di mana penerbit menawarkan ke beberapa bursa iklan secara real time.

Menghasilkan uang secara online seperti sebuah bahasan yang luas dan tidak ada habisnya.

Yang paling populer tentu saja menayangkan iklan digital di dalam platform milik para penerbit itu sendiri.

Setiap hari, usaha untuk meningkatkan pendapatan dari jaringan iklan selalu saja jadi topik pembicaraan yang hangat. Bahkan muncul sebuah istilah atau cara baru untuk meningkatkannya.

Header bidding muncul sebagai sebuah solusi untuk memaksimalkan penghasilan secara online. Lalu apa itu header bidding ? Kenapa header bidding sebagai satu hal yang penting untuk di optimalkan.

Header bidding sebagai satu dari banyak cara publisher mencoba untuk mendapatkan lebih banyak pendapatan dengan memaksimalkan inventaris iklan (ad inventory).

Adopsinya, dilaporkan semakin meningkat karena adanya suplai dan demand. Semakin banyak perusahaan teknologi iklan yang membuat produk di sekitarnya dan selaras dengan publisher yang selalu mencari lebih banyak cara untuk menghasilkan uang.

Apa itu Header Bidding

Header bidding adalah teknik periklanan programatic (yang lebih maju) tingkat lanjut yang berfungsi sebagai alternatif dari metode Google waterfall.

Header bidding juga kadang-kadang disebut sebagai penawaran awal atau pra-penawaran, dan menawarkan kepada penayang cara untuk secara bersamaan menawarkan ruang iklan ke banyak Ad Exchange sekaligus.

Metode ini, di yakini mampu meningkatkan penghasilan iklan dan menghasilkan lebih banyak uang.

Meskipun oleh google metode ini dianggap sebagai sebuah “ancaman eksistensial”. Namun metode header bidding seringkali ditempatkan sebagai cara utama untuk meningkatkan penghasilan iklan AdSense.

Bagaimana proses penyangan iklan (non header bidding)

Untuk lebih mengetahui bagaimana proses header bidding berjalan, mungkin perlu lebih dulu mengerti bagaimana proses penayangan iklan secara normal (dengan metode waterfall).

Misalnya situs website anda, akan menjangkau server iklan. Secara umum, inventaris iklan yang anda jual secara langsung akan lebih diutamakan daripada opsi yang dijual secara programatic.

Selanjutnya inventaris yang tersedia disajikan melalui server iklan (misalnya Google DoubleClick), yang artinya inventaris yang tidak terjual ditawarkan pertama ke bursa iklan peringkat teratas.

Lalu apa pun yang masih belum terjual diteruskan ke bursa iklan kedua, dan seterusnya. Peringkat ini biasanya ditentukan oleh ukuran, tetapi yang terbesar belum tentu yang bersedia membayar harga tertinggi.

Bagi penayang, ini berarti pendapatan keseluruhan yang lebih rendah jika inventaris tidak secara otomatis masuk ke penawar tertinggi.

Untuk proses selanjutnya, situs yang menggunakan Google DFP memiliki setelan yang memungkinkan mereka untuk mengungguli penawar tertinggi satu sen menggunakan Google Ad Exchange (AdX).

Karena Ad Exchange mendapatkan tawaran terakhir, mereka dalam posisi untuk memenangkan sebagian besar lelang ini.

Penayang sebetulnya merasa bahwa mereka tidak menghasilkan uang sebanyak yang mereka dapat tanpa “campur tangan Google”.

Bagaimana proses penyangan iklan (header bidding)

Perlu di catat bahwa untuk mengimplementasikan header bidding, anda mungkin perlu minimum trafik yang besar. Beberapa sumber dari website-website yang fokus membahas tentang programmatic paling tidak diperlukan minimum 50 juta pageview untuk bisa mengimplementasikan header bidding.

Header bidding memungkinkan para penayang untuk melakukan lelang secara serentak dari semua penawar.

Ini kebalikan dari metode waterfall atau berurutan seperti yang digunakan oleh Google pada penjelasan di atas.

Metode header bidding, menempatkan beberapa baris kode javascript di dalam situs website. Dan ketika halaman dimuat lalu menjangkau semua SSP (supply side platform) atau bursa iklan.

Penerbit bahkan dapat memilih untuk mengizinkan tawaran yang menang bersaing dengan harga dari penjualan langsung.

Ada beberapa keuntungan yang didapatkan oleh para penerbit, yaitu :

  • Peningkatan Kontrol.
    • Header bidding berarti semua sumber permintaan menawar pada saat yang sama, dan penerbit dapat mengontrol sumber mana yang memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dalam proses penawaran. Benar-benar memiliki kontrol dan kendali atas situs mereka. Dan penerbit dapat mengambil kendali ini satu langkah lebih jauh untuk memprioritaskan pengiklan tertentu dalam lelang, yang dapat mendorong pemasar untuk terus bekerja dengan penerbit favorit mereka.
  • Peningkatan Pendapatan.
    • Ini tujuan utama bagi penerbit ketika mengimplemntasikan header bidding. Dengan header bidding mereka dapat meningkatkan harga yang mereka tetapkan untuk inventaris premium. Beberapa penayang telah meningkatkan pendapatan sebesar 30-50%.
  • Peningkatan Hasil.
    • Dengan sedikit ketergantungan pada satu SSP, hasil keseluruhan meningkat, dengan memungkinkan alokasi tayangan yang lebih cerdas dan peningkatan rasio pengisian.
  • Mengurangi Perbedaan Laporan.
    • Karena header bidding adalah sebuah lelang tunggal yang terjadi di beberapa mitra secara bersamaan, tidak ada rangkaian berurutan (waterfall), yang secara drastis mengurangi perbedaan pelaporan.

Header bidding juga membantu pengiklan (advertiser)

Apa keuntungan yang di dapat untuk pihak pengiklan dengan menerima metode yang disebut dengan apa itu header bidding ini ?

  • Disintermediasi.
    • Semua pengiklan memiliki peluang bagus untuk memenangkan inventaris (ad slot) terbaik terlepas apakah mereka menggunakan AdX atau tidak. Itu karena setiap orang memiliki akses dan kesempatan yang sama.
  • Transparansi dan Inventaris yang Lebih Baik.
    • Header bidding memberi pengiklan akses ke semua inventaris penerbit, sehingga mereka tahu apa yang tersedia dengan harga berapa. Pengiklan kemudian dapat menawar cukup tinggi jika mereka benar-benar menginginkan inventaris premium itu.

Kendala implementasi header bidding

Header bidding juga bukan berarti tanpa kendala. Bak dua sisi mata uang, ada keuntungan maupun kendalanya.

  • Peningkatan Latensi:
    • Google secara terang-terangan menentang metode header bidding menyebabkan latensi pada situs website yang mengimplementasikannya. Tapi para penentang Google justru berpendapat sebaliknya. Header bidding justru mengalami penurunan latensi jika dibandingkan dengan metode waterfall Google.
  • Lebih Banyak Pekerjaan untuk Penayang.
  • Peningkatan Biaya Infrastruktur:
    • Kelemahan potensial lain dari header bidding adalah kemungkinan peningkatan biaya infrastruktur untuk SSP/DSP. Karena hal itu menempatkan lebih banyak beban pada server mereka hanya karena mereka sekarang mungkin dapat melihat tayangan yang sama dua kali.

Dalam upaya tanpa henti untuk meningkatkan transparansi dan kontrol atas data dan tayangan iklan, header bidding telah menjadi strategi yang menarik.

Meskipun saat ini metode ini mungkin masih dalam fase kontroversial. Tetapi semakin banyak penerbit yang mulai menerimanya karena harapan peningkatan pendapatan dan hasil.