in

Cara Mengatasi Abandoned Cart Pada Bisnis eCommerce

Meskipun tidak dapat dihindari bahwa banyak pelanggan anda yang tidak melanjutkan proses belanja online mereka hingga proses pembayaran. Namun ada banyak cara mengatasi abandoned cart yang dapat dilakukan oleh bisnis eCommerce untuk mengurangi fenomena abandoned cart!

TokoDaring.Com – Cara Mengatasi Abandoned Cart Pada Bisnis eCommerce. 10 Cara bisnis eCommerce untuk mengatasi “keranjang belanja yang di tinggalkan”, atau bahasa kerennya abandoned cart.

Mengoptimalisasi abandoned cart untuk meningkatkan penjualan

Pelanggan telah memilih produk untuk di beli. Tetapi, bukannya menuju halaman checkout justru tiba-tiba meninggalkan toko anda dengan produk yang masih ada di keranjang!

Artikel ini mengulas beberapa cara mengatasi abandoned cart, dan jika masalah itu bisa teratasi justru akan dapat meningkatkan penjualan online dan meningkatkan loyalitas pelanggan.

Jika di perhatikan bahwa sebagian besar pembeli online telah berada pada tahap memilih produk, tetapi membatalkan transaksinya sebelum proses checkout ?

Atau anda melihat cart report dengan angka yang kian bertambah setiap hari hingga mencapai belasan bahkan puluhan juta rupiah.

Angka-angka itulah yang seharusnya bisa menjadi revenue bisnis online anda. Semua sistem pada bisnis perdagangan online ingin mengarah dari awal hingga ke proses pembayaran yang sempurna.

Tetapi apa yang bisa anda lakukan ketika melihat banyak pelanggan yang berubah pikiran pada menit-menit terakhir dan membatalkan transaksi ?

Angka rata-rata abandoned cart

Faktanya, memang banyak pembeli online yang tidak menyelesaikan transaksi pembelian.

Mereka telah melakukan pilihan dan menambahkan barang ke keranjang belanja (add to cart), lalu tiba-tiba meninggalkan keranjang tersebut sebelum menyelesaikan proses checkout (pembayaran).

Rata-rata tingkat pengabaian keranjang belanja (abandoned cart) di semua industri pada bisnis eCommerce pada tahun 2022 mencapai hampir 70% dari jumlah kunjungan.

Angka-angka itu, tentu hilangnya pendapatan untuk situs website eCommerce. Dan jika anda bisa mengatasi 50% dari angka 70% tersebut itu sudah menambah 30% revenue bisnis anda.

Untungnya, kami dapat memiliki tips dan cara mengatasi abandoned cart. Ini dapat mengurangi angka abandoned cart ada bisnis online anda dan meningkatkan penjualan.

Sebelum lebih detail membahas beberapa strategi dan menemukan cara mengatasi abandoned cart, mari pelajari apa itu abandoned cart.

Dan kenapa pembeli tidak menyelesaikan transaksi mereka hingga proses checkout.

Beberapa pertanyaan yang harus di analisis sebelum menemukan cara mengatasi abandoned cart

Ada beberapa pertanyaan yang harus di jawab terkait masalah abandoned cart ini. Dan mungkin ini akan membantu anda menemukan cara mengatasi abandoned cart

Apa itu abandoned cart ?

Bayangkan bahwa seseorang masuk toko, mengambil barang dan memasukannya kedalam troli, lalu tiba-tiba keluar lagi dengan barang atau produk yang masih ada di dalam troli.

Ada banyak alasan ketika pembeli membuat keputusan untuk meninggalkan troli mereka dan keluar dari situs website anda.

Dan yang pasti mereka tidak akan kembali lagi atas kemauan mereka sendiri untuk menyelesaikan pembayaran.

Sebagian besar tidak akan kembali lagi nanti untuk menyelesaikan pembelian mereka. Dan setiap kali pelanggan meninggalkan keranjang belanja mereka, itu berarti anda kehilangan potensi penjualan.

Ketika pembeli ini pada akhirnya tidak kembali, maka mereka akan membeli barang yang sama dari situs toko daring lainnya atau toko fisik milik orang lain.

Mengapa pelanggan meninggalkan keranjang belanja mereka ?

Pelanggan online atau calon pelanggan online anda meninggalkan troli karena berbagai alasan, diantaranya:

  • Hanya sekedar berkunjung untuk membandingkan harga dari berbagai penjual online.
  • Membandingkan ongkos kirim.
  • Melakukan riset tentang produk atau jasa.
  • Mencari diskon, free shipping atau kode kupon untuk digunakan.
  • Tidak percaya dengan toko online anda.
  • Dan lain-lain.

Apa yang dimaksud dengan memulihkan atau mengatasi abandoned cart ?

Memulihkan atau mengatasi abandoned cart adalah suatu strategi pemasaran online yang berfokus pada mengubah abandoned cart menjadi penjualan.

Beberapa cara mengatasi abandoned cart bisa dilakukan adalah sebagai berikut, yang nantinya masing-masing cara ini harus kembali di buat lebih detail.

  • Mengotomatisasi campaign pemasaran yang berfokus untuk mendatangkan kembali calon pelanggan.
  • Fokus pada peningkatan pengalaman pengguna (UX) situs eCommerce untuk mempermudah cara orang berbelanja.

Apa yang bisa didapat jika anda bisa mengatasi abandoned cart pada bisnis eCommerce anda

  • Memecahkan masalah-masalah umum yang dihadapi pembeli.
  • Meningkatkan kepercayaan dan brand loyalty.
  • Meningkatkan revenue.

Cara Mengatasi Abandoned Cart Pada Bisnis eCommerce

Anda boleh berlega hati, karena masalah abandoned cart menimpa bisnis eCommerce manapun.

Dan sejak dulu sudah banyak orang yang mencoba untuk menemukan solusi lewat cara-cara mengatasi abandoned cart ini.

Itu berarti anda tidak perlu memikirkannya sendiri, karena sudah ada beberapa tipsnya.

Bahkan beberapa pengembang mencoba untuk membuatkan program yang dapat membantu mengatasi masalah ini.

Berikut ini summary cara mengatasi abandoned cart pada bisnis online anda, atau paling tidak bisa memperbaiki:

  • Buat campaign secara otomatis untuk menarik pelanggan secara cepat.
  • Review proses checkout dan buat menjadi lebih mudah.
    • Izinkan calon pelanggan untuk berbelanja tanpa harus melakukan registrasi.
    • Izinkan calon pelanggan untuk Guest Checkout
  • Sediakan beberapa metode pembayaran.
  • Bangun kepercayaan pelanggan dengan mengedepankan transparansi.
  • Buat pelanggan merasa aman ketika melakukan pembayaran.
  • Gunakan software atau layanan keamanan berbelanja / bertransaksi.
  • Buat CTA atau Call To Action yang menarik dan meyakinkan.
  • Siapkan mode Wishlist.
  • Optimalkan loading setiap halaman website Toko Daring anda.

Mari kita bahas lebih detail masing-masing dari beberapa cara mengatasi abandoned cart seperti sudah disebutkan di atas.

Buat campaign secara otomatis untuk mengajak kembali pembeli

Kabar baiknya, ada studi yang menunjukkan, bahwa 74% pembeli yang meninggalkan troli dapat dibujuk untuk membeli dengan menggunakan strategi komunikasi yang tepat.

Ini bisa dilakukan dengan mengirimkan email atau SMS. Dan ini bisa dilakukan terhadap pelanggan yang sudah terdaftar maupun yang tidak terdaftar.

Komunikasi via email atau SMS tersebut sebaiknya juga dilakukan dengan iming-iming memberikan bonus seperti:

  • Gratis pengiriman.
  • Diskon %.
  • Atau promosi apapun yang bisa Toko Daring anda berikan.

Sistem pada toko eCommerce anda harus memiliki kemampuan untuk meng-capture setiap data pelanggan, baik terdaftar maupun tidak.

Lalu kemudian dihubungkan pada template email atau SMS yang sudah dibuat, lalu di kirimkan ke alamat email atau nomor handphone pelanggan yang bersangkutan.

Beberapa software, atau plugin memungkinkan anda melakukan hal tersebut.

Hanya saja satu hal ang menjadi concern adalah untuk tetap menghormati dan tidak melanggar ketentuan data privacy pengguna.

Review proses checkout dan buat menjadi lebih mudah

Simple is Best! Begitu pula yang bisa dilakukan pada proses checkout di toko anda.

Izinkan calon pelanggan untuk berbelanja tanpa harus melakukan registrasi.

Pertama anda bisa mengijinkan calon pelanggan untuk belanja di toko online anda tanpa harus melakukan registrasi.

Itu berarti mereka juga tidak harus atau memiliki opsi untuk tetap menjadi tamu (guest) ketika melakukan checkout.

Cara mengatasi abandoned cart ketika pelanggan berada pada halaman checkout di anggap yang paling efektif.

Hindari calon pelanggan untuk mengisi data-data yang tidak di perlukan, seperti menyamakan antara alamat pengiriman dan alamat penagihan.

Bahkan rasanya menurut kami, pelanggan tidak perlu lagi mengisi alamat penagihan semenjak mereka akan membayarnya secara langsung.

Izinkan calon pelanggan untuk Guest Checkout.

Menawarkan pelanggan untuk menyelesaikan Guest Checkout adalah salah satu cara paling sederhana dan paling efektif untuk mengatasi abandoned cart.

43% pelanggan lebih suka menggunakan checkout tamu. Dan biasanya jika bisnis eCommerce anda relatif baru dan orang mungkin belum sepenuhnya percaya.

72% responden mengindikasikan bahwa mereka biasanya akan menggunakan opsi guest checkout, baik ketika mereka tidak ingin melakukan registrasi maupun memiliki akun di toko online anda.

Anda mungkin berfikir bahwa data-data pelanggan yang terdaftar di dalam database anda akan menjadi sesuatu yang efektif untuk melakukan promosi ?

Tapi sekarang banyak orang semakin aware terkait data-data pribadi mereka.

Jadi, sebaiknya jangan meremehkan nilai potensial dari mengizinkan pelanggan anda melakukan proses belanja sebagai tamu, dari awal hingga akhir.

Hal ini juga dapat menumbuhkan kepercayaan dan meningkatkan kemungkinan bahwa pelanggan tersebut akan kembali lagi.

Sediakan beberapa metode pembayaran

Pembayaran secara cashless memang yang paling mudah. Tetapi pelanggan toko online yang berbeda-beda juga menginginkan metode pembayaran yang berbeda juga.

Untuk orang yang belum pernah mengunjungi toko anda sebelumnya bahkan bisa dipastikan bahwa mereka akan lebih memilih pembayaran di tempat (COD).

Umumnya mereka belum bisa percaya sepenuhnya untuk melakukan pembayaran via kartu kredit karena khawatir data kartu kredit mereka menjadi tidak aman.

Menyediakan multi sistem pembayaran selain sebagai salah satu cara mengatasi abandoned cart juga merupakan cara jitu menggaet pelanggan-pelanggan baru.

Bangun kepercayaan pelanggan dengan mengedepankan transparansi

Abandoned cart juga dapat terjadi karena berbagai alasan potensial lainnya. Misalnya biaya yang tiba-tiba anda kenakan ketika pelanggan berada pada halaman checkout.

Memberikan transparansi terkait dengan biaya adalah salah satu cara mengatasi abandoned cart juga.

63% abandoned cart terjadi karena pembeli online dikenakan biaya pengiriman yang mahal.

Biaya pengiriman yang mahal dapat secara negatif mempengaruhi keinginan pelanggan untuk melakukan pembelian.

Setiap biaya-biaya yang anda kenakan sebaiknya di deklarasikan pada satu halaman yang khusus memberikan informasi akan hal itu.

Jika anda memiliki promosi terkait biaya pengiriman gratis atas item-item tertentu, sebaiknya itu bisa di lihat secara jelas pada display produk toko anda.

Transparansi juga bukan melulu soal biaya, tetapi juga terkait dengan cara pengembalian barang, pengembalian uang dan transparansi pada data pengguna.

Buat pelanggan merasa aman ketika melakukan pembayaran

Para pembeli online sadar betul terkait dengan transaksi yang dilakukan pada toko online.

Mereka menyadari bahwa akan ada resiko keamanan yang berkaitan dengan kartu kredit atau rekening bank (tabungan) mereka.

Pada point selanjutnya akan dibahas beberapa hal yang bisa membuat calon pelanggan merasa aman ketika berbelanja dan melakukan pembayaran.

Selain aman, proses checkout harus juga cepat. Maka anda harus dapat merancang alur pembayaran yang efektif dan tidak njelimet.

Secara keseluruhan, proses checkout termasuk proses klaim kupon, kode diskon dan lain-lainnya seharusnya tidak lebih dari empat menit.

Gunakan software atau layanan keamanan berbelanja / bertransaksi

Hal paling dasar dalam memberikan lapisan keamanan ketika menjelajah internet adalah dengan menggunakan protokol HTTPS.

Tapi jika berbicara tentang perlindungan data transaksi toko online, SSL apalagi layanan SSL gratis itu sebenarnya belum cukup.

Untuk bisnis online yang menerima pembayaran langsung pada platform, seharusnya anda juga menggunakan layanan keamanan yang lebih kuat.

Ketika anda menggunakan layanan provider yang lebih kuat, anda akan mendapatkan simbol atau badge atau yang sering di sebut dengan trust seal.

Trust seal adalah elemen visual pada halaman checkout yang bisa meyakinkan pelanggan bahwa toko online anda aman dan dapat melindungi data mereka.

Untuk website eCommerce WooCommerce, artikel berikut Kustom Halaman Checkout WooCommerce menjelaskan tentang kustomisasi untuk menyematkan simbil trust seal.

Buat CTA atau Call To Action yang menarik dan meyakinkan

Siapa sangka bahwa CTA atau Call To Action adalah salah satu cara mengatasi abandoned cart.

CTA yang tepat seperti rayuan yang sebenarnya dapat meyakinkan pembeli online yang ragu-ragu untuk menambahkan item ke keranjang mereka.

Anda mungkin memiliki CTA yang hebat di halaman produk untuk membuat orang membeli produk itu.

Itu berarti anda harus memiliki CTA yang tidak kalah menarik di halaman checkout yang mampu membuat orang untuk membayar dan menyelesaikan transaksinya.

Siapkan mode Wishlist

Wishlist bukanlah fitur baru pada sistem toko online. Wishlist memungkinkan calon pembeli untuk menyimpan produk mereka untuk mereka bayar nanti.

Wishlist merupakan salah satu cara mengatasi abandoned cart karena meskipun mereka belum membeli, mereka mungkin akan kembali untuk membeli dan membayarnya.

Selain manfaat nyata sebagai salah satu cara mengatasi abandoned cart, wishlist juga untuk meningkatkan pengalaman positif bagi pelanggan yang mengunjungi toko.

Selain kepada pelanggan, wishlist memberikan nilai strategis yang jauh lebih dalam kepada pebisnis online.

Wishlist menciptakan peluang untuk menyimpan produk “untuk nanti” jika mereka tidak dapat berkomitmen untuk membeli pada saat itu dan menemukannya dengan cepat setiap kali mereka kembali ke toko anda.

Optimalkan loading setiap halaman website Toko Daring anda.

Diluar semua teori-teori di atas, waktu loading halaman yang lambat (terutama halaman checkout) dan halaman lainnya pada umumnya dapat secara substansial berkontribusi pada tingkat abandoned cart.

Siapapun, baik berbelanja online ataupun sekedar browsing menginginkan waktu loading yang cepat.

Khusus belanja pada toko online, lambatnya waktu loading halaman juga menambah kekhawatiran ketika mereka harus memproses pembayaran.

Kekhawatiran tersebut terkait apakah proses pembayaran mereka sukses atau tidak.

Jadi pastikan kecepatan situs website toko daring anda memang dioptimalkan untuk semua versi, baik untuk seluler maupun desktop sebagai salah satu cara mengatasi abandoned cart.

Hindari menggunakan shared hosting untuk website eCommerce yang memang lebih kompleks.

Kesimpulan, Cara Mengatasi Abandoned Cart Pada Bisnis eCommerce

Abandoned cart pada pengalaman belanja online adalah masalah yang tersebar luas untuk situs eCommerce manapun.

Tapi itu bukan berarti masalah yang tidak dapat diatasi.

Strategi dan cara-cara mengatasi abandoned cart pada artikel ini akan mengurangi fenomenaabandoned cart dan justru diharapkan meningkatkan penjualan.

Membuat simple proses checkout, transparansi pada biaya-biaya tersembunyi, dan membuat campaign yang bijaksana akan membantu mengurangi angka abandoned cart di website eCommerce anda.

Written by TokoDaring

Toko Daring - Dari tahu tempe hingga script PHP. TokoDaring.Com, 'majalah' online, sumber dan referensi teknis yang terpercaya dan berguna untuk membangun dan memaksimalkan performa bisnis & industri toko online, teknologi, makanan, budaya, olahraga dan apa saja. Kami tidak mengikuti hal-hal yang viral tetapi peduli dengan konten berkualitas dan literasi.

wordpress 6.1

WordPress 6.1 Memperkenalkan Tema Default Baru dan Tipografi Fluid, Memperluas Alat Desain dan Opsi Template

seo ecommerce

SEO eCommerce (Panduan Pemula)